Laman

Masa Orientasi Siswa 1

Entah apa pikiranku saat itu tentang MOS. Minggu sore persiapan untuk itu. Kakak kelas menyuruh kami membawa sapu lidi, tas putih bertuliskan " Gembolan pangaweruh" yang berbahan dari karung terigu, sendal beralaskan warna putih di beri nama, pita kuning yang di pasang dikepala, dengan buku kampus untuk membuat laporan setiap harinya, dan lain-lain. Sangat membuat ku pusing. Biasanya aku selalu di bantu kakak-kakakku atau orang tuaku, sekarang aku lakukan semuanya sendiri. Ternyata betapa sangat membutuhkannya diriku kepada keluargaku. Padahal aku terkadang tidak menghargai mereka. Tapi ya sudahlah hanya penyesalan itu tak membuat masa lalu aku berubah.
Aku akan berada di lingkungan keluarga yang ketat aturannya. Aku di suruh nge-kost ma bapak disini. Ga papa lah, untungnya aku langsung mendapat teman baru. Dia Ulan teman sekamarku nanti selama 4 tahun. Anaknya cantik imut yaaaaa ga beda-beda jauhlah ma aku..hihihihi PD mode On. Tapi bukan dia yang akan aku bahas.
Pagi buta jam 3 pagi mataku sudah terbuka menatap langit-langit. Karena tidak mau kesiangan akupun segera beranjak menuju kamar mandi. Semua temanpun bersiap. Rumah ini sekaligus kost-kostan menampung para siswa dan siswi diantaranya 2 siswi tingkat satu aku da Ulan 2 siswa Aryo dan Jalnie. Eh lupa ada tingkat 2 ada a'Bayu a'Ghalib dan t' Elsa juga tingkat 4 t'Sri. Lumayan banyak kan? Itu juga juga udah uyuhan..
Sarapan pun dilakukan sekitar jam 4 pagi. Saat orang-orang tidur lagi enak-enaknya, bayangkan kita udah mandi udah siap pergi ke sekolah, eit bukan untuk belajar tapi untuk pengenalan sekolah dan teman-teman baru. Sarapan itu membuatku sakit perut, karena tidak terbiasa makan banyak dikala pagi buta.
Kamipun berjalan seiring detakan detik jam dibilang santai juga engga di bilang cepat juga engga. Di depan gerbang sekolah kami agak kaget setelah melihat kakak kelas sudah siap menyambut. Kami menghampiri dengan sedikit takut tetapi dia tersenyum dan mengangkat tangannya seperti yang hendak bersalaman tapi tidak bersentuhan,"Assalamu'alaikum". Oh ramahnya kakak kelasku ini udah cakep putih sikapnya sangat terjaga. Hmmm....Ah sudahlah aku harus bergegas mendekati aula untuk siap-siap karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pada akhirnya jam sudah menunjukan 04.45, datang seorang lelaki dengan suara yang lantang tapi tak begitu jelas mukanya dikarenakan suasana masih gelap,"Semua berbaris, ikuti komando saya, siap gerak, lencang kanan gerak" . Yah kami mengikuti saja perintah itu. Tiba-tiba aku tersentak mendengar dari kejauhan para kakak kelas berteriak di depan gerbang," Cepat-cepat kalian sudah terlambat 2 menit". Entah apa yang terjadi, terdengar suara hitungan "satu, dua, tiga" Ah sudahlah pandangan aku harus tetap kedepan.

0 komentar:

Posting Komentar