Saatnya untuk mengambil hasil akhir test. Yah di terima atau engak. Tapi hanya itulah yang di tunggu seenggaknya ma bapakku. Akupun berharap apapun hasilnya bapak tetap senang. Aku pergi mengambil hasil bersama sepupuku dan ayahku pun ke sekolah pilihannya.
Entah kenapa rasanya aku merasa sangat baik-baik saat itu. Kakak aku yang mengambil hasilnya. BTW(ngomong-ngomong) dari tadi aku bawa-bawa kakak yah tapi lom dijelasin. Kakak ku yang ini namanya Igun Sopian. Dia akan menginjak dunia perkuliahan yang membuat pikiran bapak bertambah karena biaya begitu besar untuk masuk universitas swasta. Dia sering bermain ma teman-temannya, motor-motoranlah ngineplah hingga membuat mama khawatir tapi dia ga peduli semua itu. Begitulah anak laki yang sedang merasakan dunia mudanya.
Balik lagi ke cerita yang tadi, sampai akhirnya kakak memberi tahu hasilnya. Aku dan sepupuku di terima. Dan tak ada rasa bahagia antara kami, lempeng-lempeng ajalah karena memang tak terlalu membuat kami merasa senang. Sesampainya dirumah bapak belum pulang dia masih di Bandung. Bisa jadi ini kabar gembira untuknya. Aku sudah membayangkan sekolah di kota sendiri. Berangkat dengan sepupu aku. Sepertinya asyik juga. Tiba-tiba bapak datang dengan muka kecewa. Aku udah pasti menyangka sudah pasti tidak di terima. Tapi bapak langsung tersenyum bilang, "neng lulus, akhirnya kamu keterima disana, bapak bangga ma kamu". Aku terdiam sejenak dan sedikit berkeluh dalam hati," duh kenapa mesti di terima sih, kebayang kalo aku disana...hiks hiks"

0 komentar:
Posting Komentar